LEADERSHIP DALAM SECANGKIR KOPI

Rata – rata orang menyukai Kopi, bahkan orang Indonesia identik dengan kopi. Hidup tidak lengkap tanpa adanya secangkir kopi. Kopi pahit, kopi manis, kopi susu menjadi pilihan, bahkan saat ini kopi menjadi bagian dari gaya hidup seseorang, tidak lengkap rasanya bekerja, berkumpul tanpa ada secangkir kopi, bahkan kopi menjadi kenikmatan tersendiri bagi para penikmat kopi.
Disini kita tidak membahas kopi dengan berbagai macam filosofinya, namun kita akan membahas fenomena Leadership Dalam Secangkir Kopi. Ketika kita berbicara Leadership dihubungkan dengan secangkir kopi mengapa bisa demikian?
Kopi dapat kita temukan dimana-mana, baik di rumah, baik di kantor, baik di warung, baik di restoran, baik tengah lading, baik di tengah sawah, baik di kendaraan. Demikian halnya dengan Leadership kita dapat temukan di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di kendaraan.
Kopi dapat dinikmati oleh semua orang demikian halnya dengan good Leadership dapat dinikmati oleh semua orang.
Kopi yang nikmat dapat membekas di hati. Good Leadership dapat dinikmati di hati.
Sulit untuk melupakan racikan Kopi yang enak demikian halnya good Leadership dapat membekas di hati orang yang pernah merasakannya.
Jika kita amati pada dasarnya perilaku atasan dapat mempengaruhi kesehatan mental pekerja hal ini disebabkan gaya kepemimpinan yang buruk potensial membuat pekerja stres, merasa lelah terus menerus, dan depresi begitu pula sebaliknya. Racikan kopi yang tidak pas, rasa yang kurang pas akan menyebabkan penikmat merasa kecewa dan tidak ingin menikmati racikan tersebut sehingga beralih untuk menikmati racikan kopi lainnya.
Ada 4 (empat) faktor utama meningkatnya stres di kantor
1. Kurangnya Kontrol
2. Beban Kerja
3. Work-life balanced
4. Relationship with Manager
Manager memiliki kesempatan unik untuk mempengaruhi dan menentukan besar kecilnya 4 stressor diatas. Dengan kata lain Leader merupakan sumber kebahagiaan atau sumber tekanan mental bagi pekerja. Sounds normal ?
Jika diamati bahwa sebenarnya seorang Leader harus memiliki karakter yang dapat meninggalkan kesan anggota kelompoknya, jika salah dalam meramu Leadership maka dapat mempengaruhi kesehatan kelompoknya.
Bagian dari tulisan saya di buku Strategi Membangun SDM Yang Unggul dan Kepemimpinan Unggul diterbitkan oleh Gramedia

leave your comment


Your email address will not be published. Required fields are marked *

Uploading
Color SWITCHER